Lurah Semarapura Kaja

I Wayan Astawa, SE

Warga Pengungsian Ikut Bantu Pendirian Tempat MCK

  • 16 Desember 2017
  • Dibaca: 439 Pengunjung
Warga Pengungsian Ikut Bantu Pendirian Tempat MCK

Pengungsi Gunung Agung menyebar hampir keseluruh kabupaten/kota di Bali. Terdapat banyak banjar yang dijadikan posko-posko tempat penampungan para pengungsi. Salah satunya posko yang ada di Banjar Kawan, Desa Pakraman Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung. Pantauan POS BALI di lokasi posko, Senin (25/9/2017) warga setempat bersama para pengungsi tengah melakukan kerja bakti untuk membangun tempat mck.

Kepala Lingkungan Kawan, Putu Sedana Yoga mengatakan, sebelumnya di Banjar Kawan memang belum memiliki tempat mck. Kemudian timbul inisiatif untuk membuat, agar nantinya bisa digunakan oleh para pengungsi. “Kami berusaha carikan dana dan bantuan. Kemudian bersama dengan para saudara-saudara dari Karangasem kita gotong royong membuatnya. Supaya mereka tidak bosan, ada aktifitas yang bisa dilakukan, dan tidak hanya memikirkan keadaan rumah mereka. Kalau sudah bersama-sama seperti ini kan enak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembuatan tempat mck ini juga untuk keperluan di malam hari, agar para pengungsi tidak kebingungan buang air. Pengerjaan sendiri telah dilakukan sejak pagi, dan akan terus dikerjakan sampai selesai dan bisa digunkan. “hal ini juga untuk mengantisipasi para pengungsi meminjam kamar mandi warga setempat di malam hari. Dan untuk mandi, mereka bisa lakukan di sungai dan tempat pemandian umum yang ada disini,” jelasnya.

Sedana Yoga menyebutkan, akan semaksimal mungkin membangun tempat mck ini, sehingga nantinya bisa digunakan secara maksimal. “Kebetulan mereka juga banyak yang bekerja sebagai tukang, dan memang pas sekali. Maka dari itu, saya sebagai kepala lingkungan hanya bisa mensuport, kalau ada kekurangan kita berusaha bantu. Dan saya sangat bersyukur sudah bisa sampai seperti ini,” sebutnya.

Para pengungsi sendiri mulai mengungsi dari tanggal 21 September malam. Sedana Yoga mengaku sebelumnya telah mendapatkan informasi, sehingga bisa menyiapkan tempat terlebih dahulu. Total para pengungsi di Banjar Kawan sejumlah 68KK, yang berasal dari beberapa desa di Karangasem, yakni Desa Muntig, Desa Kubakal, Desa Griyana Kangin, Desa Jasri, Desa Kunyit, dan Desa Besakih.

“Tidak semuanya kami tempatkan di banjar, ada pula yang kita tempatkan di rumah warga .Bukan karena dibanjar tidak cukup, tetapi agar mereka nyaman. Karena durasi pengungsian mereka tidak sebentar, kemungkinan besar bisa panjang biar mereka juga tidak bosan. Sedangkan untuk logistik ada dari Posko Induk di Gor Swecapura, dan dari warga setempat, semua masuk kesini, jadi pengolahan makanan dilakukan bersama-sama di banjar,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa di desanya juga terdapat tempat penampungan sapi, tapi kapasitasnya sudah penuh. “Lokasinya itu kebetulan bukan masuk dalam lingkungan yang saya kepalai, tempatnya di Lingkungan Tengah dan memang selalu di cek oleh pecalang,” pungkasnya.

Salah satu pengungsi, asal Desa Griyana Kangin, I Wayan Gitar (41) mengaku senang bisa ikut membantu pendirian tempat mck. Sehingga dirinya tidak perlu bingung ketika ingin buang air di malam hari. “Saya merasa senang, sambil bantu-bantu karena sudah dikasi tempat. Sambil mengisi waktu, karena pekerjaan saya memang sebagai tukang,” ungkapnya.

Sumber : posbali.id

  • 16 Desember 2017
  • Dibaca: 439 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita